Rabu, 07 Oktober 2009

Kelebihan Sabar Ketika Menimpa Musibah


" Demi sesungguhnya! kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata:

 "sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali" Mereka itu orang-orang yang dilimpahi dengan berbagai-bagai kebaikan dari Tuhan mereka serta rahmatNya; dan mereka itulah orang-orang yang dapat pertunjuk hidayatNya".[Al-Baqarah:155-157]

   Dari ayat diatas, ketika musibah mengucap innalilahi dengan lidah pun memberi manfaat dan menyebabkan balasan baik. Jika diucap sambil memahami artinya dari hati memberi kesan yang lebih baik serta mendatangkan ketenagan jiwa. Terjemahanya ialah : " Kita semua (serta harta dan diri sekali) merupakan milik Allah (dan pemilik berhak untuk menggunakan milikNya mengikut kehendakNya) Dan kita semua kembali kepadaNya' Yakin selepas mati semua mesti kembali kepadaNya di man balsan baik yang besar akan diperoleh karena kesemua kekurangan dan kesusahan di sini(dunia). Sepertimana apabila seseorang yang mengalami sesuatu kerugian dan ia mempunyai keyakinan yang sempurna bahawa lebih banyak berbanding dengan apa yang diruginya dia akan mendapat sebagai pampasan maka dia tidak akan merasai apa-apa samada susah hati atau duka cita kerana kerugian itu.
   Demikianlah apabila ada keyakinan yang sempurna bahawa balasan yang besar akan didapati dari Allah maka kesusahan walaupun sedikit tidak akan dirasainya. tetapi oleh karena keimanan dan keyakinan kita sangat lemah, maka sedikit sahaja kesusahan, kepayahan atau kerugian dirasai oleh kita sebagai musibah yang amat besar.
   Di dalam Al-Quran Allah S.W.T berkali-kali menyatakan bahawa dunia ini merupakan satu tempat ujian keras. Ujian dari bermacam-macam sudut menimpa. Kadang dari berlebihan harta, yaitu bagaimandiperolehnya dan bagaimana pula dibelanjakanya. Kadang kala dengan kesempitan, kemiskinan dan kelaparan, yaitu bagaimana disambut keadaan itu, sambil menjerit dan mengadu atau pun bersabar dan solat. itulah sebabnya berkali-kali disuruh bersabar dan bersolat dan minta bantuan dari Allah, tumpu perhatian kearah Allah . Berkali-kali diberitahu bahawa dalam ujian jangan menjadi begini, yaiitu kamu gagal dalm peperiksaan ini. Sebagai contoh nulkikan beberapa ayat seperti berikut:

Artinya : "Jadikanlah sabar dan solat sebagi penolongmu.Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu' "
    Hadrat Qatadah Rahmatulalai berkata bahawa kedua-dua itu merupakan pertolongan Allah;ambillah pertolongan denganNya.

Senin, 05 Oktober 2009

Makna Surah Al-Kahfi




Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamai Al-Kahfi artinya Gua dan Ashhabul Kahfi yang artinya Penghuni-Penghuni Gua. Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya. Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung i'tibar dan pelajaran-pelajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia. Banyak hadist-hadist Rasulullah s.a.w. yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.


Pokok-pokok isinya:
1. Keimanan:
Kekuasaan Allah swt untuk memberi daya tahan hidup pada manusia di luar hukum kebiasaan: dasar-dasar tauhid serta keadilan Allah s.w.t. tidak berobah untuk selama-lamanya; kalimat-kalimat Allah (ilmu-Nya) amat luas sekali, meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak mampu buat menulisnya. Kepastian datangnya hari berbangkit; Al Quran adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan dan kepalsuan.

2. Hukum-Hukum:
Dasar hukum wakalah (berwakil); larangan membangun tempat ibadah di atas kubur; hukum membaca "Insya Allah", perbuatan salah yang dilakukan karena lupa adalah dimaafkan; kebolehan merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

3. Kisah-Kisah:
Cerita Ashhabul Kahfi; cerita dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lainnya mukmin; cerita Nabi Musa a.s. dengan Khidhr a.s.; cerita Dzulkarnain dengan Ya'juj dan Ma'juj.

4. Dan lain-lain:
Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah swt serta ibadah yang ikhlas kepadaNya; kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu) adab sopan-santun antara murid dengan guru; dan beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerintah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.




Surat Al Kahfi dimulai dengan menerangkan sifat Al Quran sebagai petunjuk dan peringatan bagi manusia, dan sebagai peringatan pula terhadap mereka yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak. Semua yang ada dipermukaan bumi merupakan perhiasan bagi bumi dan sengaja diciptakan Allah agar manusia memikirkan bagaimana cara mengambil manfaat dari semuanya itu. Kekuasaan Allah dan betapa luas pengetahuan-Nya dikemukakan dalam surat ini dengan menyebutkan kisah Nabi Musa a.s. dengan Khidhr a.s., kisah Dzulqarnain dan dengan mengibaratkan bahwa seandainya semua air yang ada di bumi dan ditambah lagi sebanyak itu pula dijadikan tinta untuk menulis ilmu Allah, tentu tidak akan mencukupi. Kemudian diterangkan bahwa semua amal orang musyrik itu tidak diberi pahala di akhirat, sedang untuk orang-orang mukmin disediakan Jannatun Na'im.

Puing Kiasan




Mata dunia menuju keserakahan menindas orang yang lemah menghalal segala cara untuk mencapai matlamat yang di tuju..Senyum megah dengan keberhasilan berlimpah darah bermandi racun berlatarbelakang didikan dajjal..Tangisan meminta belas kasihan sesama maklhluk dibalas dengan hanyunan tongkat d tambah lagi injakan pada makhkota tangisan lemah. Menipu di balik kegelisahan orang lain, mengembar-gempur kepedihan, kehawatiran, turut berduka malah tidak lupa mengambil keuntung di atas penderitaan orang yang di zalami.Sana sini dihuni gemuruh ketakutan di dalam diri. Percaya pada yang dusta, ahli agama dipersenda, orang baik diselimuti geruji, sang kuku besi bebas melahap keserakahan atas milik orang lain.
Sedihnya dihari ini cahaya langit memancar kemerahan, pudar sinar kebiruan. Kikisan alam sesak pernafasan. Tangan kaki di slah artikan kasian melihat tangkupan menadah akan pemberian orang walau anugerah yang diberi tidak digunakan.


Minggu, 04 Oktober 2009

3 Perkara haram meminta-minta




Iman Ghazali rahmatullahialaih, berkata terdapat banyak riwayat yang mana ada larangan untuk meminta-minta dan ada ancaman yang cukup keras karena perbuatan itu. tetapi serta denganya terdapat juga hadith-hadith yang mengandungi kebenaran juga untuk meminta. tafsirnya adalah: yaitu, meminta-minta adalah haram tetapi dalam keadaan tidak berupaya atau pun tidak berdaya, halal.Jika tidak demikan maka ianya haram. Haram karena ia mengandungi tiga perkara yang haram . Pertama, ianya seolah-olah satu tuduhan terhadap Allah s.w.t bahawa ia telah memberi nikmat yang tidak cukup sepertimana jika seorang hamba meminta dari orang lain berarti tuannya memberi keperluannya yang tidak cukup. Oleh itu, tanpa apa-apa keadaan yang sangat terpaksa, meminta tidak boleh menjadi halal.Seperti makan bangkai hewan adalah halal dalam keadaan yang sangat darurat atau terpaksa. Yang kedua, dengan perbuatan memintaorang yang meminta menghinakan diri di hadapan makhluk yang selain Allah. Kedudukan orang beriman yang begitu mulia tidak membenarkannya untuk menghinakan diri di hadapan sesiapa selain Allah. Akan tetapi, jika ia menghinakan dan merendahkan diri dihadapan Allah maka itu adalah kemuliaanya. Sebab ada kemanisan dalam menghinakan diri di hadapan Maha Kekasih. Mengaku kepada Tuhan bahawa diri seseorang itu tidak berupaya adalah kebahagiaan yang besar. Yang ketiga, ia meneyebabkan kesusahan bagi orang yang diminta. Kebnayakan orang yang diminta tidak dapat memberi dengan hati gembaira, tetapi terpaksa karena malu dan lain-lain perasaan. Jadi, apabila dia memberi sedekah karena m,alu atau dengan perasaan riya' maka haram bagi orang yang menerima juga. Jika ia menolak permintaan, maka ia rasa susah hati karena menjadi seolah-olah bakhil dari segi zahir. Jadi, dalam setiap keadaan ia menjadi asbab kesusahan orang yang meminta adalah haram.
Apabila terang perkara ini maka jelas juga mangapa dari pihak Baginda Muhammad s.a.w berkali-kali diberi amaran dan ancaman yang begitu keras atas perbuatan ini. Baginda s.a.w bersabda " Sesiapa yang meminta dari kami, maka kami akan memberi kepadanya (kenapa kami mesti menolak sedangkan orang yang memintalah bertanggungjawab untuk pastikan sama ada dia berhak untuk meminta atau sebaliknya ). Dan sesiapa yang tidak meminta-minta (yakni dia memohon kekayaan dari Allah S.W.T ) maka Allah taala akan memberikan kekayaan. Dan berbanding dengan orang yang meminta pada kami, orang yang tidak memintalah lebih disayangi kami"
di dalam hadith yang lain Baginda Muhammd s.a.w bersabda "Berpegang dengan sifat ISTIGHNA (perasaan tidak berhajat) dari orang dan makin kurang minta dari orang makin baik bagimu"

Niki & Miki

COLDPLAY

Sign

by dunk on august

still undergoing a massive construction process.!

2009-2011@copyright